Pengalamanku: “Alhamdulillah di PLN”

Hai, sobat semua yang selalu setia mengunjungi blog saya!!! Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang perjalanan saya hingga bisa masuk di Program D3K PLN –  Politeknik Negeri Medan. Tetapi, saya benar-benar bersyukur kepada Allah SWT sehingga saya bisa menjadi salah satu dari 15 mahasiswa D3K PLN-Polmed. Alhamdulillah smile1
Sewaktu saya masih duduk di bangku SMA kelas 2 di SMAN 7 Medan, saya sudah ingin sekali kuliah di STAN, karena didorong oleh abang saya sendiri yang juga kuliah di D3 Perpajakan STAN saat itu. Saya pun juga sudah mulai ikut Try Out USM STAN, walaupun tidak pernah lulus nilai mati saat itu.
Saat duduk di bangku kelas 3 SMA, barulah saya benar-benar fokus untuk bisa kuliah di STAN. Selain mengikuti bimbingan belajar di SSC (Sony Sugema College) untuk SNMPTN, saya juga les di ADZKIA untuk STAN. Saya pun selalu ikuti Try Out USM STAN yang diadakan oleh ADZKIA, dan Alhamdulillah saya mengalami peningkatan. Skor yang saya peroleh pun di TO USM STAN semakin meningkat, bahkan pernah memperoleh skor 388 (masih biasa …smile3). Tapi alhamdulillah selalu lulus nilai mati smile2.
Tidak seperti di tahun2 sebelumnya, pengumuman USM STAN 2011 sangat lama infonya muncul. Sambil menunggu pengumuman kapan diadakannya USM STAN 2011, saya dapat info dari Ayah saya bahwa Politeknik Negeri Medan membuka pendaftaran untuk jalur D3K PLN, yaitu program kerjasama antara PLN dan Polmed untuk merekrut pegawai-pegawai baru. Awalnya saya tidak tertarik, karena berhubungan dengan teknik. Tetapi, ayah selalu membujuk untuk ikut, dan akhirnya saya putuskan untuk ikut tes D3K PLN di Polmed. Saat mendaftar, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, saya lupa bawa SKHUN …smile10 jadi, terpaksa harus datang lagi besok untuk mendaftar. Dan akhirnya, saya mendapat nomor ujian 510–10–00092. Di brosur, tertera bahwa penerimaan mahasiswa D3K PLN ini terdapat 4 tes, yang di tiap-tiap tes berlaku sistem gugur. Keempat tes tersebut yaitu:
  1. Tes Tertulis (soalnya mirip dengan soal UMPN, terdiri dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, dan Bahasa Inggris)
  2. Tes Psikotest
  3. Tes Kesehatan (alhamdulillah hanya tes kesehatan saja, tidak disertakan tes fisik smile1[1]), dan
  4. Tes Wawancara.
Bukan hanya itu saja, uang kuliahnya pun juga cukup “wow” seperti yang tertera di brosur, sebesar Rp. 7.500.000,00 per semester nya. Cukup wow, bukan?
Untuk tes pertama yaitu Tes Tertulis, diikuti oleh ribuan pendaftar dari seluruh daerah di Sumatera Utara bahkan ada yang dari luar provinsi juga loh. “Ya iyalah banyak yang ikut, kan langsung direkrut jadi pegawai PT. PLN … “ pikir saya begitu. Soal yang harus dijawab sebanyak 100 soal yang terdiri dari 30 soal Matematika, 30 soal Fisika, 20 soal Bahasa Indonesia, dan 20 soal Bahasa Inggris. Untuk soal Matematika, kebanyakan tentang matriks, fungsi, akar, logaritma, integral, dan barder (barisan dan deret). Untung saja saya suka Matematika, sehingga bisa jawab 21 soal… untuk soal Bahasa Inggris, saya jawab semuanya. Untuk soal Bahasa Indonesia saya jawab 17 soal, dan sedihnya, saya hanya bisa jawab 13 soal Fisika saja. Yah…lumayan sulit juga soal Fisika nya, tapi yang terpenting adalah saya hanya menjawab soal yang saya tahu pasti saja, karena penilaianya:
  • jawaban benar = 4
  • jawaban salah = -1
  • tidak dijawab = 0
Hasil tes tertulis ini keluar tanggal 30 Juni 2011 di website resmi PLN www.pln.co.id. Dan dari ribuan peserta yang ikut tes tertulis, hanya 150 orang saja yang lolos, termasuk saya sendiri. Berikut daftar nama peserta yang lulus tes tertulis dan harus mengikuti tes psikotes selanjutnya:
Tes Psikotest nya sendiri diadakan tanggal 7 Juli 2011 di Gedung Administrasi Polmed, Lantai 3. Tes ini seperti tes psikotest pada umumnya, seperti menggambar pohon, menggambar manusia, mengurutkan gambar, berhitung di kertas koran, dsb. Semuanya berlancar, sekali lagi saya mengucapkan Alhamdulillah kepada Allah smile1[2]
Sambil menunggu hasil pengumuman tes psikotest, akhirnya keluar juga info tentang pendaftaran USM STAN 2011. Setelah sekian lama, akhirnya keluar juga infonya; tapi, alangkah terkejutnya saya saat pengumuman tentang pendaftaran USM STAN 2011 keluar. STAN hanya membuka 2 spesialisasi, yaitu D1 Perpajakan dan D1 Kepabeanan & Cukai. Selain itu, sistem penerimaannya pun berubah dari tahun sebelumnya. Kedua spesialisasi yang ada menerapkan tes kebugaran juga !!! smile9 Tes USM STAN 2011 ini pun terdiri dari beberapa tahap, yang pada masing-masing tahap juga berlaku sistem gugur, yaitu:
  1. Seleksi Administrasi
  2. Tes Tertulis, terdiri dari TPA dan TBI
  3. Tes Kesehatan dan Kebugaran
  4. Tes Wawancara
Alhamdulillah lulus tes administrasi, sehingga mendapatkan nomor BPU dan lokasi ujian untuk USM STAN 2011. Dan selanjutnya, hanya perlu belajar dan membahas soal-soal USM STAN lagi sebagai persiapan untuk Tes Tertulis nya. Sambil menunggu hari pelaksanaan ujian tertulis USM STAN, akhirnya hasil tes psikotes D3K PLN keluar… Alhamdulillah lolos lagi smile1[3] Dan ternyata, dari 150 orang yang ikut tes psikotest, hanya 78 orang yang lolos yang selanjutnya harus mengikuti tes kesehatan di Klinik Prodia Jl. S. Parman Medan. Sehari sebelum tes kesehatan, 78 orang yang dinyatakan lulus tes psikotest dipanggil ke kantor PLN Wilayah Sumut di Jl. KL Yos Sudarso untuk mendapat penyuluhan tentang tes kesehatannya. Semuanya pun mendapat pembekalan, yakni berpuasa (tanpa makan) mulai pukul 19.30 hingga pengambilan darah keesokan harinya di klinik Prodia dan masing-masing mendapatkan toples plastik berukuran kecil yang selanjutnya digunakan sebagai tempat feses (kotoran) kita yang harus diambil saat pagi hari tiba. Memang sih agak jijik ya… tapi ini harus dijalani. Mulai malam harinya, saya pun berpuasa tanpa ada makan dan minum sedikit pun. Jam 7 pagi esoknya saya dan ayah pun pergi ke klinik Prodia di Jl. S. Parman… ternyata sudah banyak yang datang dan saya agak telat sedikit. Tes kesehatan nya terdiri dari cek darah, rontgen, feses, cek mata, telinga, mulut, dan juga anus. Karena saya datangnya telat, jadi saya baru selesai pukul 17. 12 sore hari. Cukup melelahkan juga  smile4.
Menunggu dan menunggu hasil tes kesehatan, tak terasa hari ujian tertulis USM STAN 2011 pun tiba. Saya mendapat lokasi ujian di Gedung Fakultas Olahraga Universitas Negeri Medan. Sehari sebelum ujian dimulai, saya sudah tidak ada lagi membahas-bahas soal STAN, melainkan hanya berdoa kepada Allah untuk diberi kemudahan saat menjawab soal. Ujian tertulis pun dimulai, dan ada 180 soal yang harus dijawab yang terdiri dari 120 soal Tes Potensi Akademik (TPA) dan 60 soal Bahasa Inggris. Untuk soal TPA, saya tidak mau banyak menjawab soal-soal cerita karena inilah yang menjebak sebenarnya. Saya hanya menjawab soal berhitung, sinonim, antonim, gambar, dan deret. Sementara untuk soal Bahasa Inggrisnya, saya hanya menjawab yang saya tahu saja dan saya benar-benar hampir menghindari soal cerita yang kelihatannya sangat menjebak. Kalau saya tidak salah, saya hanya menjawab 83 soal TPA dan 41 soal Bahasa Inggris. Yah, lumayan banyak juga … tapi jumlah tidak persoalan, yang penting benarnya, kan? Untuk USM STAN, jawab saja soal yang benar-benar kita kuasai, karena juga berlaku sistem pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.
Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, pengumuman tes tertulis USM STAN 2011 keluar tanggal 29 September 2011, tepat sehari sebelum hari ulang tahun saya. Yah … lama lagi ternyata. Akhirnya, setelah lebih dari sebulan, pengumuman tes kesehatan D3K PLN pun keluar. Alhamdulillah yang tiada henti-hentinya saya ucapkan kepada Allah SWT sehingga saya bisa lolos sampai sejauh ini. Untungnya, rekrutmen D3K PLN –  Polmed ini tidak menerapkan tes fisik (kebugaran) seperti rekrutmen PLN pada umumnya… karena jujur saja, saya tidak suka olahraga. Paling-paling pun saya hanya olahraga lari doang …itu pun gak begitu ahli smile8 Oh iya, yang lulus tes kesehatannya hanya ada 27 orang saja. Selanjutnya, tibalah untuk tes terakhir yakni tes wawancara yang diadakan di kantor PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatra Utara di Jl. KL Yos Sudarso.
Tes wawancara nya dibagi atas 2 gelombang, Gelombang 1 di hari pertama dan Gelombang II di hari berikutnya. Saya mendapat giliran Gelombang II, yang diadakan pukul 08.00 WIB. Saya berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB, karena takut telat walaupun jarak rumah dengan kantor PLN Wilsu dekat sekali kira-kira 3 menit kalau naik sepeda motor. Saat pertama masuk ke gedung lokasi wawancara, saya agak bingung mencari tempatnya dan sampai nyasar ke area belakang gedung. Untungnya ada Cleaning Service yang ngasih tau  … saat tiba di lokasi, ternyata sudah banyak sekali yang datang. Setelah semua peserta hadir, tim dari PLN memberikan beberapa lembar pertanyaan yang isinya pertanyaan tentang hobi kita, kegiatan sehari-hari, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan diri kita sewaktu SMA. Saya hanya perlu waktu 6 menitan untuk mengisi semua pertanyaan, sementara ini masih saya yang paling cepat selesai. hehehe smile2[1] Setelah selesai, saya berikan kertas tadi ke panitia dan panitia pun terus menunggu hingga ada peserta lain yang selesai. Ternyata, belum ada juga yang selesai… saya pun akhirnya dipanggil oleh panitia untuk masuk ke ruangan wawancara. Ruangan wawancara nya besar, dan hanaya terdapat 2 meja saja. Jarak antar meja saling berjauhan, dan di masing-masing meja terdapat 2 orang yang terdiri dari 1 orang pegawai PLN dan 1 orang psikolog. Entah kenapa mungkin karena berkah di bulan Ramadhan, saya tidak merasa gugup sama sekali.
Saat saya datang ke meja panitia, saya langsung menjabat tangan mereka dan mengucapkan selamat pagi. Kemudian saya tetap berdiri tegak hingga mereka mempersilakan saya untuk duduk. Panitianya terdiri dari 2 orang seperti yang saya sebutkan di atas, salah satu panitia yang psikolog melontarkan pertanyaan -pertanyaan yang berhubungan dengan diri saya secara pribadi, mulai dari nama lengkap, alamat rumah, asal sekolah, hal-hal yang berkesan selama SMA, kegiatan-kegiatan di masyarakat, alasan mengapa ingin masuk ke PLN, kemudian juga ada pertanyaan tentang kelulusan kita di universitas lain, dan yang paling penting adalah … saat wawancara mata saya tidak pernah melihat kie bawah, saya terus saja berhadapan dengan kedua panitia saat menjawab pertanyaan dari mereka. Oh iya, psikolog nya juga memiliki hasil tes psikotes kita, jadi dia pasti bakalan tanya sesuatu tentang apa yang kita isi selama tes psikotes tersebut. Tidak seperti yang dijadwalkan pada kertas pengumuman dimana masing-masing peserta mendapat durasi 1 jam untuk wawancara; anehnya saya hanya tidak sampai 15 menit di ruang wawancara tersebut, dan belum ada juga peserta lain yang selesai mengisi form pertanyaan. Karena urusan dah beres, saya langsung saja pulang ke rumah naik angkot… cuma 5 menit langsung nyampe di simpang rumah. Gak sabar menunggu hasilnya …
Hari demi hari, saya selalu buka website resmi PLN www.pln.co.id untuk mencari tahu hasil pengumuman tes wawancara. Tapi belum juga keluar…smile12. Hingga pada tanggal 22 Agustus 2011, pengumuman pun keluar di website PLN dan saya langsung unduh hasil pengumumannya. Dan ternyata …. Alhamdulilah, saya lulus hingga tahap akhir, tak hentinya saya bersyukur kepada Allah hingga saya bisa sampai lulus di D3K PLN. Di surat pengumuman yang ditandatangani oleh Bpk. Roikhan selaku Kepala Divisi Pengembangan SDM & Talenta, nama saya termasuk salah satu dari 18 orang mahasiswa D3K PLN –  Politeknik Negeri Medan. Betapa senangnya hati saat itu smile2[2]
Kira-kira beberapa minggu kemudian, seluruh peserta yang lulus diharapkan datang ke Politeknik Negeri Medan untuk mengurus administrasi seperti uang kuliah, uang baju bengkel, uang untuk software Microsoft, uang P2MB, dll yang totalnya lebih dari Rp. 11.000.000,00. Ternyata, hanya 16 orang saja yang mendaftar ulang, 2 orang mengundurkan diri tanpa ada keterangan apapun. Jadinya hanya ada 16 orang mahasiswa saja di kelas D3K PLN –  Politeknik Negeri Medan angkatan kedua ini.
Setelah melakukan kegiatan P2MB dan perkenalan kampus selama seminggu, akhirnya kegiatan belajar pun dimulai di tanggal 19 September 2011. Teman-teman baru pun bertambah, berasal dari berbagai daerah di Sumut, dengan latar belakang yang berbeda pula. Di hari pertama kuliah, kami sekelas diajak untuk perkenalan ke kakak kelas, dan mereka semua baik.Tak terasa sudah lebih dari seminggu saya kuliah di Polmed, dan hari pengumuman USM STAN 2011 pun semakin dekat. Tepat tanggal 29 September 2011, hasil pengumuman USM STAN sudah bisa diunduh di website resmi STAN www.stan.ac.id pukul 00.01. Tapi, saya tidak buka saat itu juga, bahkan saat saya berangkat ke kampus pun belum juga saya buka. Teman-teman sekelas pun sudah heboh dengan pengumuman USM STAN, tapi belum ada juga yang tahu siapa yang lulus. Saat pulang ke rumah, ibu saya pun langsung memeluk saya dan bilang kalau saya lulus ujian tertulis USM STAN 2011. Saya pun tidak percaya sebelum melihat langsung dengan mata kepala saya sendiri. Ternyata, ibu saya tahu beritanya karena abang saya yang kuliah di STAN nelpon dan memberi tahu ke ibu kalau saya lulus. Alhamdulillah ya Allah, hamba lulus lagi…. dan ini mungkin hadiah ulang tahun saya di usia ke-18 , karena besoknya tanggal 30 September 2011 saya tepat berusia 18 tahun. Sekali lagi tak henti-hentinya saya mengucap syukur kepada Allah, akhirnya cita-cita saya pun semakin dekat di mata.
Untuk sekedar info, hanya ada 262 orang saja yang lulus tes tertulis USM STAN 2011 dari kota Medan, termasuk saya salah satunya di no. 96 dari 262 di kertas pengumuman. Esok harinya, saya langsung konfirmasi ke Bimbel ADZKIA Medan di Jl. Kangkung setelah menunaikan ibadah shalat Jum'at di masjid dekat cafe Paris Burger (lupa nama masjidnya apa). Kak Siti selaku front-officer di ADZKIA langsung ngucapin selamat dan ngancungin jempol kepada saya, setibanya saya di ADZKIA. Saat itu juga saya disarankan Kak Siti untuk mengikuti pembekalan untuk tes kebugaran yang diberikan oleh Pak Ramli selaku pemilik Bimbel ADZKIA Medan yang juga pegawai Bea Cukai di Belawan.
Seperti info pada surat pengumuman, tes kesehatan dan kebugaran diadakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 3 & 4 Oktober 2011 di Komplek Perumahan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Titi Papan. Saya mendapat giliran hari Senin, 3 Oktober 2011 bersama dengan 119 peserta lainnya. Karena untuk mengikuti tes kesehatan dan kebugaran ini, saya terpaksa harus izin untuk tidak hadir ke kampus, padahal itu hari pertama bengkel untuk Semester I. Untuk tes nya sendiri terdiri dari 2 bagian, yaitu:
  1. Tes Kesehatan, yaitu pemeriksaan oleh Tim/Dokter Kesehatan; dan
  2. Tes Kebugaran, yang terdiri dari lari 12 menit dan lari angka 8.
Tes pertama yang harus dilalui adalah tes kesehatan, yang meliputi pemeriksaan mata, THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), tinggi dan berat badan, dsb. Tes kesehatannya tidak seribet seperti tes kesehatan D3K PLN di klinik Prodia. Setelah diperiksa, saya dan teman-teman lainnya pun menunggu giliran untuk selanjutnya tes kebugaran. Nah, ini bagian yang paling penting… tes kebugarannya sendiri ada 2 bagian, yakni lari keliling lapangan selama 12 menit dan setelah itu, lari keliling angka 8. Oh iya, peserta diurutkan berdasarkan nomor di kertas pengumuman, karena saya di urutan 96, maka saya dapat giliran tes kebugarannya pukul 12.00 lewat. Panasnya cuaca saat itu, ditambah lagi saya belum ada latihan fisik sama sekali. “Tapi saya akan usahakan yang terbaik…”, dalam hati saya. Saya pun lupa pula membawa gula merah.. untuk sekedar tips saja, gula merah sanagt penting untuk dibawa saat kita sedang ujian tes kebugaran seperti ini. Tiap grup lari terdiri dari 10 orang, dan saya pun berlari keliling lapangan selama 12 menit dengan menggunakan kaos yang di belakangnya sudah tertulis nomor urut 1-10. Saya pun harus puas dengan hanay bisa meraih 5 putaran lebih 30 meter. Itu pun masih kalah jauh dengan teman-teman lainnya yang sudah 6 hingga 7 kali putaran keliling lapangan. Huh… pusing sekali kepala saya rasanya setelah berlari, dan tidak berapa lama setelah lari keliling lapangan, saya dan grup lari saya yang tadi pun langsung disuruh berlari angka 8. Aduh… sudah kepala pusing dan rasanya mual, harus ditambah lagi degan lari lagi. Saat lari angka 8, saya mungkin peserta yang paling lama karena hanya bisa 19 detik saja, sedangkan yang lain bisa mencapai 12-13 detik…. Saya pun sudah langsung merasa bahwa saya pasti tidak akan lulus… walaupun hasilnya masih lama lagi keluar.
Hari demi hari ditunggu, akhirnya pengumuman pun keluar juga. Hasilnya keluar di sore hari jika tidak salah, dan benar, nama saya tidak tercantum di daftar peserta yang lulus. Yah…apa mau dikata, mungkin jalan saya memang bukan ke Departemen Keuangan RI. Tapi, Alhamdulillah saya sudah lulus D3K PLN sebelumnya sehingga saya pun tidak terlalu kecewa. Dan mungkin, jalan saya telah ditentukan oleh Allah SWT ke PT. PLN (Persero), bukan ke Depkeu RI. Alhamdulillah ya Allah… Engkau telah memberikan jalan yang terbaik bagi hamba. Amin.*

CONVERSATION

2 komentar:

  1. Mantap sharing ilmu dan pengalamannya, semoga bisa bermanfaat untuk Adik-adik kita yang ingin melanjutkan pendidikannya di PLN ataupun di STAN...

    kunjungi Ideku Untuk PLN, mas ya...

    Trim's..

    Salam blogwalkers...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung. Ya, sudah saya kunungi blog mas dan isinya sangat bagus dan menarik sekali.
      Salam kenal, ya Mas :)

      Thanks

      Hapus

Back
to top